Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
KaSatu.id - To The Point

KaSatu.id - To The Point

  • Business
  • _Strategy
  • _Economy
  • _Finance
  • _Retail
  • _Advertising
  • _Careers
  • _Media
  • _Real Estate
  • _Small Business
  • _The Better Work Project
  • _Personal Finance
  • Tech
  • _Science
  • _AI
  • _Enterprise
  • _Transportation
  • _Startups
  • _Innovation
  • Markets
  • _Stocks
  • _Indices
  • _Commodities
  • _Crypto
  • _Currencies
  • _ETFs
  • Lifestyle
  • _Entertainment
  • _Culture
  • _Travel
  • _Food
  • _Health
  • _Parenting
  • Politics
  • _Military & Defense
  • _Law
  • _Education
  • Reviews
  • _Tech
  • _Streaming
  • _Tickets
  • _Kitchen
  • _Style
  • _Beauty
  • _Gifts
  • _Deals
  • Video
  • _Big Business
  • _Food Wars
  • _So Expensive
  • _Still Standing
  • _Boot Camp
  • Home
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • Bola
  • Olahraga
  • Foto
HEADLINE HARI INI
  • Beranda
  • Kuningan
  • Sosial Budaya
  • Sosok
  • Syafia Aqeela Khaureen

Di Balik Piala Khaureen, Ada 'Sunyi' dari Tanah Kelahirannya

Oleh Redaksi
Mei 06, 2025


KuninganSatu.com,- Di tengah kebanggaan atas prestasi generasi muda, sebuah ironi kembali menampar wajah Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan. Syafia Aqeela Khaureen, bocah 10 tahun asli Kuningan, berhasil menjadi Juara 1 dalam ajang Ciplaz Got Talent 2025 di Garut. Namun yang menyayat, ia membawa nama Kota Garut, bukan daerah kelahirannya sendiri.


Kompetisi bakat bergengsi itu digelar di tujuh kota besar — Jakarta, Karawang, Garut, Lampung, Cilegon, Depok, dan Sidoarjo — dengan total lebih dari 700 peserta yang disaring secara online. Dari tiap kota, 40 peserta terpilih untuk tampil secara langsung dan hanya 3 terbaik yang dipilih. Khaureen keluar sebagai juara tertinggi dari Ciplaz Garut dan kini bersiap menuju Grand Final yang akan digelar di Jakarta, 17 Mei 2025 mendatang.


Khaureen bukan anak Garut. Ia lahir dan besar di Kuningan. Tapi justru Garut yang melihat potensi itu. Garut yang memfasilitasi, mendukung, dan memberi panggung. Lalu, di mana peran Kuningan? Mengapa anak daerah harus ‘hijrah’ dulu agar bisa bersinar?


Kisah Khaureen bukan yang pertama. Tapi ini jadi simbol dari lemahnya perhatian pemerintah daerah terhadap potensi seni dan budaya lokal. Sementara daerah lain agresif membina, memberi ruang, dan mempromosikan bakat muda, Kuningan justru seakan tertidur, hanya muncul saat sudah ada prestasi.


"Kami sangat bangga dengan pencapaian ini. Tapi ada rasa miris. Khaureen itu anak Kuningan, tapi kenapa bisa mewakili Garut? Karena tak ada panggung di sini," ujar salah satu keluarga Khaureen dengan nada kecewa.



Kejadian ini membuka fakta bahwa minimnya wadah dan dukungan terhadap anak-anak berbakat di Kuningan masih menjadi masalah serius. Bahkan untuk ikut kompetisi pun, banyak yang harus berjuang sendiri tanpa dukungan moral, apalagi logistik dari pemerintah.


Ironisnya, pemerintah daerah sering kali cepat mengklaim keberhasilan saat anak daerah sukses di luar. Tapi saat proses perjuangan, mereka tak hadir. Dukungan tak lebih dari seremonial dan tepuk tangan belaka.


Sudah saatnya Pemkab Kuningan melakukan introspeksi. Jika tidak segera dibenahi, maka Kuningan hanya akan menjadi "pabrik bakat" yang prestasinya justru dipanen oleh daerah lain.


Anak-anak seperti Khaureen seharusnya menjadi inspirasi. Tapi juga peringatan. Bahwa jika daerah tak peduli, maka anak-anak terbaiknya akan mencari tempat lain untuk bermimpi dan mengukir sejarah.


(red)


Tags:
  • Kuningan
  • Sosial Budaya
  • Sosok
  • Syafia Aqeela Khaureen
Bagikan:
Baca juga
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terkait
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Berita terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Tampilkan lebih banyak
Posting Komentar
Batal
Most popular
  • PT Bahana Ocot Sejahtera Klarifikasi Program Rekening Digital: Dijalankan Secara Legal, Aman, dan Bermanfaat bagi Masyarakat

    Mei 30, 2025
    PT Bahana Ocot Sejahtera Klarifikasi Program Rekening Digital: Dijalankan Secara Legal, Aman, dan Bermanfaat bagi Masyarakat
  • Mitra Kita Brilian: Provider Internet Kebanggaan Kabupaten Kuningan

    April 28, 2025
    Mitra Kita Brilian: Provider Internet Kebanggaan Kabupaten Kuningan
  • Editorial: Dimana Bumi Dijunjung, Disitu Langit Dipijak?

    Agustus 25, 2025
    Editorial: Dimana Bumi Dijunjung, Disitu Langit Dipijak?
  • HANI 2025, Wakil Bupati Kuningan Ajak Warga Perangi Narkoba Hingga Tuntas

    Juni 27, 2025
    HANI 2025, Wakil Bupati Kuningan Ajak Warga Perangi Narkoba Hingga Tuntas
  • Cuma ICON+ yang Legal, Sisanya Ilegal? PLN: Itu Sangat Merugikan!

    Agustus 03, 2025
    Cuma ICON+ yang Legal, Sisanya Ilegal? PLN: Itu Sangat Merugikan!
Gila Temax
REDAKSI
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
Copyright © 2025 KASATU.ID from PT. SADAYA MEDIA UTAMA. All rights reserved.